5 cm.

“Setiap kita punya mimpi atau keinginan atau cita-cita,kita taruh di depan kening kita ,jangan menempel,biarkan dia menggantung ,mengambang 5cm di depan kening kita ,jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kita.Biarkan keyakinan kita itu mengambang 5cm didepan kening kita,setelah itu yang kita perlukan hanya kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,tangan yang akan berbuat lebih banyak daripada biasanya,mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya,leher yang akan lebih sering melihat ketas,lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja,dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya serta mulut yang akan selalu berdoa”

poster 5 cm.

Buat yang hobi baca, do you remember this novel? 5 cm. Taun 2005 terbit, waktu itu saya masih SMA dan syukur sudah baca novelnya loh dan karena novel ini booming pada masa-nya! Dan ternyata 2012 dipilih untuk meluncurkan versi film-nya. Jujur, saya lupa-lupa inget detail ceritanya, yang saya ingat itu sekitaran 5 sahabat, hiking ke puncak Gunung Semeru, dan ending-nya yang saat itu terkesan garing dan dibuat-buat. But, how about the movie?

Ini review versi saya :

Genta (Fedi Nuril) , Arial (Denny Sumargo) , Zafran (Herjunot Ali) , Riani (Raline Shah) dan Ian (Igor Saykoji), 5 orang dengan karakter berbeda sudah bersama selama kurang lebih 10 tahun. Dan ada seorang tokoh tambahan,Ā ArindaĀ (Pevita Pearce), yang berperan sebagai adik dari Arial menambah kisah ini menjadi lebih kaya. Tanpa disadari atau tidak ada kejenuhan yang dirasa, sehingga mereka berlima memutuskan untuk menjalani hidup tanpa kebersamaan. 3 bulan, waktu yang ditentukan untuk berjalan sendiri, tanpa pertemuan, tanpa komunikasi, tanpa apapun yang bisa menghubungkan mereka berlima.

Genta dengan pekerjaannya sebagai EO. Arial dengan fitnes dan kegugupannya ketika menghadapi wanita. Riani dengan perasaannya yang terpendam kepada salah satu diantara mereka berlima. Ian dengan skripsinya yang tak kunjung kelar. Zafran dengan berjuta usahanya untuk mendekati Arinda. Pada bagian perpisahan ini, bagian yang singkat, entah karena penceritaannya yang kurang dalam jadi terasa “KOSONG” walaupun tetap hidup dengan humor-nya.

Pertemuan pertama setelah 3 bulan terpisah, Genta menjanjikan akan memberikan pertemuan yang tak akan pernah dilupakan. Tepat pada tanggal 7 Agustus, Genta meng-sms 4 teman lainnya untuk mempersiapkan pertemuan serta perjalanan mereka. Tak disangka, Genta mempersiapkan pendakian ke Gunung Semeru bagi mereka berlima + Arinda yang ingin ikut serta.

Perjalanan mereka digambarkan dengan seru, mendebarkan, mempesona (terutama pemandangan sekitar Semeru), menyedihkan, dan cinta-cintaan *ga nyambung*. Kalo part ini gak saya ceritain deh, biar seru aja yang mau nonton film ini. Hehe. Dan untuk cinta-cintaannya disini itu, Ā so unpredictable! Untuk adegan menaiki puncak Mahameru, menurut beberapa pihak yang sudah pernah kesana, seharusnya tidak terlihat begitu mudah, yang mungkin membuat sebagian orang yang belum pernah kesana menjadi berminat tanpa persiapan yang matang. Overall, lumayan!

Oia, jangan kaget yah, saya rasa sang sutradara/ produser sengaja untuk mengambil setting saat ini, dengan mengadopsi cerita novelnya. Jadi di filmnya ada ngebahas twitter, bawa blackberry, iphone dan benda-benda eksis masa kini. Sebenernya sih film ini berbau nasionalisme, dan setnya juga di saat 17 agustus, saya rasa akan lebih hidup kalau diputarnya deket-deket sama 17an deh. But thats just my point sih. Hoho